Kamis, 06 September 2018 17:25 WITA

Begini Dampak Melemahnya Rupiah Bagi Pengusaha Udang di Makassar

Editor: Aswad Syam
Begini Dampak Melemahnya Rupiah Bagi Pengusaha Udang di Makassar
Suasana kantor PT Bogatama Marinusa. Perusahaan pengekspor udang ini, terkena dampak positif penguatan dolar.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), yang nyaris menyentuh level Rp15.000 per USD saat ini, kerap dibandingkan dengan krisis 1998. 

Namun, depresiasi Rupiah yang terjadi saat ini, dinilai kondisi yang tidak stabil. Bahkan, pada beberapa perusahaan pengekspor udang. 

Pengusaha udang terbesar di Makassar, CEO PT Bogatama Marinusa (Bomar), Tigor Cendarma mengatakan, pihaknya yang merupakan salah satu perusahaan eksportir udang beku olahan, mengalami keuntungan. 

"Kalau kami itu, namanya perusahaan yang ada kaitannya dengan ekspor, tentunya ada baiknya. Karena mendapatkan nilai tukar yang tinggi. Tapi kondisi seperti ini, tidak menentu. Artinya tidak normal, untuk semua dunia usaha di di seluruh dunia," jelasnya kepada Rakyatku.com melalui via telpon, Kamis (6/9/2018).  

Menurutnya, banyak negara yang mata uangnya jatuh dibanding dengan dolar Amerika. Hal tersebut disebabkan banyaknya proteksi perdagangan antar negara.  

"Dengan demikian, juga harus mampu membaca apa yang akan terjadi, di dunia ekonomi ke depannya," tutupnya.