Rabu, 05 September 2018 17:04 WITA

Dolar AS Tembus Rp15.029, NasDem Sulsel: Masyarakat Jangan Panik, Ini Beda dengan 1998

Penulis: Fathul Khair
Editor: Nur Hidayat Said
Dolar AS Tembus Rp15.029, NasDem Sulsel: Masyarakat Jangan Panik, Ini Beda dengan 1998
Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syahruddin Alrif.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syahruddin Alrif, meminta masyarakat tidak panik atas menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah yang telah menembus angka Rp 15.029, Selasa malam (4/9/2018). 

Menurut Syaharuddin Alrif, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar sangat berbeda dengan krisis moneter pada 1998 silam.

"Pelemahan rupiah saat ini sebenarnya sangat jauh berbeda dibandingkan dengan situasi saat krisis, dua dekade silam. Jadi masyarakat tidak perlu panik," kata Syahar saat ditemui di gedung DPRD Sulsel, Rabu (5/8/2018).

Syahar menjelaskan, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini relatif berlangsung secara perlahan dan tidak drastis. Sejak awal tahun hingga level terendahnya, rupiah melemah 9,3 persen.     

Jika dibandingkan dengan pelemahan rupiah yang terjadi saat krisis 1998, kala itu pada 17 Juni, rupiah mencapai level terendahnya, Rp15.250 per dolar AS.  

"Tahun 1998 itu diikuti dengan fluktuasi yang tinggi, ketika itu membuat hitungan bisnis kacau dan masyarakat panik," katanya.

Berbeda dengan kondisi sekarang, jelas Syahar, pelaku usaha seharusnya masih bisa menyerap efek dari pelemahan rupiah    yang tidak drastis dengan volatilitas relatif tidak terlalu tinggi.

"Jadi itu bedanya kondisi rupiah tahun 1998 dengan sekarang. Jadi boleh dibilang, untuk saat ini kondisinya masih stabil," tutup Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.