Senin, 30 Juli 2018 17:08 WITA

Jelang Ratas, ESDM Tegaskan Kebijakan DMO Batubara Tidak Akan Dicabut

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Jelang Ratas, ESDM Tegaskan Kebijakan DMO Batubara Tidak Akan Dicabut
Ilustrasi Batubara, Int.

RAKYATKU.COM - Presiden Joko Widodo akan memimpin rapat terbatas (Ratas), untuk membahas kebijakan domestic market obligation (DMO) batubara, pada Selasa (31/7/2018).

Menjelang pertemuan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menegaskan kebijakan DMO batubara tidak akan dicabut. 

Dikatakan oleh, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara  Bambang Gatot Ariyono, sejauh ini belum ada perubahan kebijakan terkait DMO batubara yang sudah berjalan sejak tahun 2008 tersebut.

Ia juga menegaskan, pemerintah tidak berencana menghapus kebijakan DMO batubara karena masih ada kebutuhan batubara di dalam negeri. 
"Penjualan dalam negeri tidak mungkin dicabut, kan dalam negeri butuh," ungkap Bambang yang dikutip dari Kontan, Senin (30/7/2018). 

Namun, terkait perubahan patokan harga untuk DMO batubara, Bambang mengatakan, pemerintah belum membuat kebijakan baru terkait perubahan patokan harga tersebut.

"Kan belum ada kebijakan itu. Kalau andai-andai enggak, sebelum ada kebijakan, jangan dulu," ujar Bambang.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan pemerintah akan mengganti harga patokan untuk DMO batubara. Keputusan final terkait DMO batubara akan ditetapkan dalam rapat terbatas dengan Presiden pada Selasa, besok.

"Nanti akan dibahas di Ratas hari Selasa. Rencananya seperti yang dibilang Pak Luhut. Bukan DMO-nya yang dicabut, harga cap-nya itu," jelas Arcandra.

Ia menambahkan, Kementerian ESDM nantinya yang akan menghitung formula harga untuk DMO batubara. Formula harga ini yang mengganti patokan harga DMO batubara sebesar US$ 70.

"Cap yang US$ 70 itu yang dicabut. Formulanya akan dserahkan ke Kementerian ESDM untuk menghitungnya, formula pengganti cap yang US$ 70," katanya.