Rabu, 18 Juli 2018 15:52 WITA

Pertamina Lakukan Operasi Pasar LPG 3 Kg di Kabupaten Sinjai dan Barru

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Pertamina Lakukan Operasi Pasar LPG 3 Kg di Kabupaten Sinjai dan Barru

RAKYATKU.COM - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi melakukan operasi pasar gas LPG kemasan 3 Kg di 18 titik di 13 wilayah Kecamatan di Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Baru, Selasa (17/07/2018).

Operasi pasar ini dilakukan secara bertahap dimulai 17 Juli hingga 20 Juli 2018. Alokasi tambahan masing-masing di setiap titik kecamatan sebanyak 560 tabung LPG 3 Kg.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M Roby Hervindo mengatakan, penambahan pasokan LPG 3 Kg ini dilakukan untuk memenuhi konsumsi gas LPG kemasan 3 Kg yang meningkat, khususnya karena kegiatan kemasyarakatan seperti hajatan di kedua kabupaten tersebut.

“Rata-rata alokasi normal LPG 3 Kg di Kabupaten Sinjai yakni 5.556 tabung per hari sedangkan untuk Kabupaten Barru sebanyak 6.612 tabung per hari. Dalam operasi pasar ini, alokasi LPG 3 Kg tambahan yang diberikan yakni sebanyak 10.080 tabung atau sebesar 3% dari konsumsi harian normal,” jelas Roby, seperti yang dikutip dari Kontan, Rabu (18/7/2018).

Operasi pasar diawali dengan tujuh titik di Kabupaten Barru pada 17 Juli 2018 yakni di Kecamatan Tanete Riaja, Pujananting, Tanete Rilau, Tanete, Barru, Mallusetasi dan kecamatan Ballusu. Dilanjutkan di dua titik di Kecamatan Tanete Riaja dan Tanete Rilau, Kabupaten Barru dan tiga titik di Kecamatan Sinjai Utara dan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai pada 18 Juli 2018.

Kemudian tiga titik di Kecamatan Sinjai Timur dan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai pada 19 Juli 2018. Dan terakhir, di tiga titik di Kecamatan Sinjai Selatan Bulupoddo di Kabupaten Sinjai pada 20 Juli 2018.

Dalam kegiatan operasi pasar yang bekerja sama dengan Hiswana dan Pemda setempat ini, masyarakat dapat membeli LPG 3 Kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni di Kabupaten Barru Rp15.500 per tabung dan di Kabpuaten Sinjai Rp16.000 per tabung.

“Untuk menghindari pembelian di luar kewajaran ataupun penimbunan, pembelian LPG 3 kg dalam operasi pasar ini dibatasi maksimal satu tabung per konsumen. Pembelian pun harus disertai dengan Kartu Keluarga (KK) dan pemilik KK tidak dapat diwakili, agar penyaluran elpiji subsidi kepada masyarakat miskin tepat sasaran dan merata,” tegas Roby.

Roby menambahkan, operasi pasar dilakukan sebagai upaya Pertamina bersama Pemda dalam menjaga dan memastikan kelancaran distribusi LOG 3 Kg tepat sasaran bagi masyarakat miskin dan usaha mikro di Kabupaten Barru dan Kabupaten Sinjai.

“Sebagai komitmen untuk kelancaran distribusi kepada masyarakat, Pertamina telah menyalurkan LPG 3 Kg sesuai alokasi yang ditetapkan di Kabupaten Barru melalui empat agen dan 217 pangkalan dan di Kabupaten Sinjai melalui tiga agen dan 88 pangkalan yang tersebar di berbagai kecamatan sesuai HET,” ujarnya.

Pertamina akan terus berkoordinasi dengan Pemda setempat dalam mengawasi distribusi LPG 3 Kg agar dapat tepat sasaran dalam penggunaannya.

“Untuk memperoleh LPG 3 Kg, kami menghimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Adapun untuk pasokan dan harga elpiji di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina,” ujar Roby.

Sesuai dengan peraturan pemerintah, tutur Roby, LPG 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin, serta usaha kecil menengah (UKM).

“Karenanya kami mengimbau bagi masyarakat yang mampu dan seharusnya tidak menggunakan LPG bersubsidi agar menggunakan LPG non subsidi yang telah disediakan Pertamina yakni Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg yang sudah tersedia,” tutur Roby.