Selasa, 17 Juli 2018 15:11 WITA

KLHK Optimis Ekspor Kayu Indonesia 2018 Capai Target 

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
KLHK Optimis Ekspor Kayu Indonesia 2018 Capai Target 
Ilustrasi. Int.

RAKYATKU.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yakin target ekspor kayu dan produk kayu Indonesia tahun ini bisa tercapai. 

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan KLHK, Rufi'ie mengatakan, dari pencapaian di semester pertama, pihaknya optimis ekspor kayu olahan tahun ini dapat mencapai target.

Diketahui, hingga semester I tahun 2018, nilai ekspor kayu olahan Indonesia sudah mencapai sekitar US$ 6 miliar. Nilai itu sudah 50% dari target ekspor tahun 2018, yang sebesar US$ 12 miliar, naik 10% dari realisasi ekspor 2017 yang sebesar US$ 10,9 miliar.

"Melihat trennya seperti ini, kami berharap target tersebut sudah tercapai," ujar Rufi'ie yang dikutip dari Kontan, Selasa(17/7/2018).

KLHK mencatat, berdasarkan produknya, ekspor chipwood (serpih kayu) menyumbang penjualan sekitar US$ 24 juta. Lalu produk bangunan kayu prefabrikasi sekitar US$ 2,4 juta, furniture kayu US$ 698 juta, panel US$ 1,25 miliar, dan produk kerajinan kayu sekitar US$ 48 juta.

Produk kayu yang menyumbang ekspor besar yang lain adalah produk kertas atau paper US$ 1,98 miliar, pulp US$ 1,29 miliar, veneer sekitar US$ 53 juta, dan woodworking sekitar US$ 645 juta.

Hanya saja, ada beberapa tantangan yang bisa menurunkan ekspor produk kayu tahun ini. Salah satunya adalah review Generalized System of Preference (GSP) oleh Amerika Serikat. Produk woodpanel menjadi produk yang akan direview. Jika benar maka dikhawatirkan hal itu akan menganggu ekspor produk kayu RI. Sebab, nantinya woodpanel akan dikenakan bea masuk tinggi.
 

Tags