Sabtu, 14 Juli 2018 16:34 WITA

Mendag Akan Bahas Nasib Fasilitas GSP Produk Indonesia di AS

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Mendag Akan Bahas Nasib Fasilitas GSP Produk Indonesia di AS

RAKYATKU.COM - Setelah Presiden AS, Donald Trump melontarkan rencana pencabutan beberapa produk Indonesia dari fasilitas GSP, Kementerian Perdagangan Indonesia telah mengirim surat ke perwakilan USTR untuk dapat berdiskusi dan meminta penjelasan.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita mengungkapkan, pihaknya akan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) untuk membahas komoditas ekspor Indonesia yang masuk dalam daftar fasilitas Generalized System Preference (GSP) dengan perwakilan US Trade Representative (USTR). 

Rencananya, Enggar akan berangkat ke AS pada 21 hingga 28 Juli 2018 bersama dengan Kadin dan pemangku kepentingan terkait.

Enggar menjelaskan, pemberian fasilitas tersebut memang merupakan hak seluruhnya milik pemerintah AS untuk menentukan negara dan produk yang mendapatkan insentif fiskal. 

"Komoditasnya apa saja banyak. Ada udang ikan kepiting, plywood juga ada tergantung HS code-nya," kata Enggar, yang dikutip dari Kontan, Sabtu (14/7/2018).

Menurut Enggar, terdapat 3.547 tariff lines yang termasuk dalam daftar GSP dengan ribuan komoditas di dalamnya. 

Lebih jauh, Enggar mengatakan dari tiga negara yang akan dievaluasi kelayakan pemberian fasilitas GSP, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mendapat undangan dari perwakilan AS. Seperti diketahui, tiga negara yang menjadi sorotan dalam pemberian fasilitas GSP oleh AS tersebut adalah Indonesia, India dan Kazakhstan.