Jumat, 13 Juli 2018 09:22 WITA

Survei BI, Kegiatan Usaha Tumbuh 20,23% di Triwulan II

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Survei BI, Kegiatan Usaha Tumbuh 20,23% di Triwulan II
Int.

RAKYATKU.COM - Bank Indonesia mengungkapkan, Kegiatan dunia usaha pada triwulan II tahun 2018 tumbuh sebesar 20,23%. Angka ini lebih tinggi dari triwulan I yang tumbuh sebesar 8,23%. 

Hal ini diperoleh dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) terhadap 3.073 perusahaan di Indonesia, dengan nilai omzet sekitar Rp2,5 miliar per tahun.

Menurut Kepala Departemen Statistik BI, Yati Kurniati survei BI merupakan persepsi responden. Sedangkan indeks yang berkaitan dengan ekspektasi, hasilnya bisa sesuai atau tidak sesuai dengan kondisi aktual. 

Namun, dari hasil survei tersebut, lanjut Yati, BI mencatat terjadi pertumbuhan di semua sektor, terutama industri pengolahan, perdagangan, hotel, dan restoran, jasa keuangan, real estate, dan jasa perusahaan. 

"Membaiknya kinerja industri pengolahan ditopang Ramadan dan Lebaran, ditambah cuti bersama yang diperpanjang," ujarnya yang dikutip dari Kontan, Kamis (12/7/2018).

Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, rata-rata kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada triwulan II tahun 2018 meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Tingkat penggunaan kapasitas produksi meningkat dari 76,27% pada triwulan I menjadi 78,40% pada triwulan II-2018.

Kenaikan tingkat penggunaan tenaga kerja tercermin pada peningkatan SBT jumlah tenaga kerja dari -0,88% pada triwulan I-2018 menjadi 4,73% pada triwulan II-2018. Dari sisi keuangan, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha triwulan II ini tetap baik, dengan akses pada kredit perbankan yang relatif mudah.

Ke depan, ekspansi kegiatan usaha diperkirakan akan terus berlanjut, walau lebih rendah. Hal itu tercermin pada perkiraan kegiatan usaha triwulan III sebesar 17,73%, yang lebih lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 20,89%.

Berdasarkan sektor ekonomi, perlambatan kegiatan usaha diperkirakan terutama pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan.

Eric Sugandi, Project Consultant Asian Development Bank (ADB) mengatakan, pada triwulan-II 2018 kegiatan dunia usaha dipengaruhi faktor musiman yakni Ramadan dan Lebaran. Hal itu membuat ekspansi dunia usaha lebih cepat. "Sementara di triwulan ketiga tahun 2018 ini, pengaruh dari faktor seasonal ini tidak ada, karenanya ada kemungkinan ekspansi bisnis melambat," ujarnya.