Rabu, 11 Juli 2018 13:34 WITA

Rambah Laundry Digital, LG Gandeng Triton Internasional Buka 10 Outlet di Makassar

Penulis: Nurhikmah
Editor: Nur Hidayat Said
Rambah Laundry Digital, LG Gandeng Triton Internasional Buka 10 Outlet di Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Memasuki semester kedua 2018, PT LG Electronics Indonesia (LG) memperlebar bentang bisnis produk elektroniknya di Indonesia. Setelah sukses di pasar pengguna akhir (end user), kini perusahaan asal Korea Selatan ini melangkah masuk pasar mesin cuci khusus untuk penggunaan komersial.

Memuluskan langkah bisnis ini, LG membangun kemitraan strategis dengan PT Triton Internasional yang telah dikenal sebagai distributor mesin cuci komersial di Indonesia. Kedua perusahaan ini berkolaborasi melalui merek usaha laundry Netto Laundromart. 

"Lebih dari sekadar menjadi alternatif bagi mesin cuci komersial di Indonesia. Namun lebih dari itu, membawa serta peluang wirausaha laundry digital dengan keterhubungan antara pemilik usaha dan konsumennya," ujar Andry Siswandi, Branch Manager PT LG Electronics Indonesia, Rabu (11/7/2018).

Konsep laundry digital dan self service ini akan diaplikasikan pertama kali melalui gerai Netto Laundromart yang dibuka di Apartemen Kalibata City Tower R, Jakarta.

Rambah Laundry Digital, LG Gandeng Triton Internasional Buka 10 Outlet di Makassar

Kini, Netto Laundromart bersiap untuk membuka laundry digital di 10 outlet di Kota Makassar dalam upayanya melayani konsumen yang lebih banyak lagi. Laundry digital ini siap untuk melayani total 1.200 konsumen per harinya dengan dukungan sebanyak 8 mesin cuci dan 8 pengering (dryer) di setiap outlet.

Terkait langkah bisnis LG ini, Andry menyatakan, hal ini tak lepas dari potensi kebutuhan dari perkembangan masyarakat terutama di kota-kota besar. Makin bertumbuhnya hunian vertikal dan tingginya mobilitas masyarakat, menurutnya, membuat bisnis layanan penatu atau laundry terus bertumbuh di Indonesia.

"Hanya saja, banyak jasa layanan laundry ini masih menggunakan mesin cuci yang sebenarnya didesain dengan tingkat kekuatan khusus penggunaan skala rumah tangga (end user)," katanya.

Sementara di sisi lain, mesin cuci untuk kebutuhan komersial di Indonesia saat ini masih didominasi merek yang masuk melalui distributor. Di sisi pengguna, hal ini memberi kesulitan pada layanan purnajualnya. Pasalnya, pihak distributor pun bertindak menjadi perantara bagi pengguna untuk mendapatkan layanan ini. 

“Berbeda halnya dengan LG, layanan purnajual termasuk mesin cuci komersial ini, akan ditangani langsung oleh LG,” kata Andry.

Tak hanya itu, Andry menyatakan mesin cuci dan mesin pengering pakaian LG bagi kepentingan usaha inipun dibuat dengan beberapa kelebihan. Termasuk di dalamnya, penggunaan teknologi Inverter Direct Drive motor yang memastikan proses kerjanya berjalan dengan teknologi hemat listrik.

Sementara, bicara lebih dalam terkait konsep wirausaha laundry digital, LG optimistis akan mendapat respon baik dari para calon wirausahawan laundry. Pasalnya konsep bisnisnya ini menitikberatkan pada penciptaan fleksibilitas waktu lebih baik bagi pemilik usaha dalam hal manajemen operasional usaha laundry miliknya. 

Hal ini terkait dengan kelengkapan fasilitas yang saling menghubungkan antara pemilik, mesin cuci dan pelanggan melalui unduhan aplikasi khusus di smartphone. Aplikasi ini memberikan informasi pada pemilik usaha terkait penggunaan mesin, arus penghasilan, hingga kunjungan kembali pelanggan.

Informasi arus penghasilan dan kunjungan kembali pelanggan sendiri memungkinkan untuk didapat karena perbedaan cara transaksi pada konsep bisnis laundry digital ini. Tak seperti halnya dengan kebanyakan laundry yang masih mengandalkan transaksi dengan uang langsung, transaksi laundry digital ini menggunakan kartu khusus yang bertindak seperti layaknya uang elektronik. 

“Selain lebih aman dari kemungkinan penyelewengan transaksi, fleksibilitas waktu memungkinkan pemilik usaha dapat membuat keputusan bisnis tanpa harus mewajibkannya terus berada di lokasi usaha,” ucap Andry. 

“Hal inilah yang membuat konsep ini membuka peluang lebih besar bagi para calon wirausahawan baik sebagai usaha utama maupun sebagai pendukung penghasilan utama dari bekerja di sektor formal,” tutur Andry.

Tak hanya bagi kepentingan pemilik usaha, konsep bisnis laundry digital ini pun didesain dengan memberi manfaat bagi konsumennya. Hal ini karena paket usaha ini menggabungkan layanan jasa cuci pakaian dengan kenyamanan penggunanya. Kenyamanan yang disajikan termasuk keberadaan ruang tunggu yang nyaman, TV, ketersediaan makanan atau minuman ringan dan konektivitas WiFi.

Terkait dengan kemitraan ini, Kevin Nathaniel selaku Direktur PT. Triton Internasional menyatakan, kemitraan strategis diantara dua perusahaan dengan pengalaman panjang dan reputasi yang baik dalam industrinya. 

"Kepercayaan tinggi dari masyarakat lintas generasi ini akan menjadi modal kuat bagi suksesnya peluang bisnis laundry digital ini,” terang Andry.

Berita Terkait