Selasa, 10 Juli 2018 15:35 WITA

OJK: Masyarakat Menengah ke Bawah Lebih Taat Bayar Cicilan Bank

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
OJK: Masyarakat Menengah ke Bawah Lebih Taat Bayar Cicilan Bank

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI merilis data kinerja perbankan di Sulawesi Selatan. Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Jurnalis Update di kantor OJK Regional VI, Selasa (10/7/2018).

Rilis tersebut menunjukkan fakta menarik, yakni rerata masyarakat menengah ke bawah justru cenderung lebih taat membayar angsuran cicilan di bank, dibandingkan masyarakat menengah atas dan korporasi.

Hal tersebut tercermin dari Non Performance Loan (NPL) atau kredit macet perbankan di Sulsel. Di tengah trend peningkatan NPL di Sulsel, kabar menggembirakan justru hadir dari sektor KUR. Berdasarkan data OJK NPL di sektor KUR nyaris 0 persen dengan persentase hanya 0,002 persen dari total kredit Rp57,57 triliun selama periode Januari hingga Mei 2018. 

"Bisa dibilang, hampir tidak ada nasabah KUR yang menunggak selama periode tersebut. Ini merupakan hal yang menggembirakan," kata Kepala OJK Regoinal VI, Zulmi. 

Sementara itu, trend kepatuhan pembayaran cicilan juga terlihat di sektor UMKM, utamanya kredit mikro dan kecil. Dimana NPL di sektor kredit mikro hanya 1,61 persen sedangkan di sektor kredit kecil hanya 2,89 persen. 

Sayangnya, trend ketidakpatuhan pembayaran cicilan justru mulai terlihat pada kredit sektor menengah yang NPL nya bahkan melalui ambang batas aman 5 persen. Per Januari-Mei, NPL sektor menengah mencapai 6,63 persen. 
Sementara itu, secara keseluruhan NPL perbankan di Sulsel mencapai 4,48 persen. 

Pengakuan Kepala OJK VI, Zulmi, NPL perbankan Sulsel mengalami peningkatan yang signifikan disebabkan oleh peningkatan kredit macet di salah satu sektor, yaitu kredit konstruksi. 

"Memang sedang ada kredit macet di sektor konstruksi, tapi tidak semua yah,  hanya beberapa perusahaan saja. Jangan  ditulis sektor konstruksi bermasalah.  Bukan semuanya, hanya ada perusahaan tertentu saja," katanya.