Minggu, 08 Juli 2018 09:00 WITA

Hadirkan Kerupuk Tiga Rasa, Pengusaha Enrekang Bawa Dangke ke Pasar Internasional

Penulis: Nur Izzati
Editor: Abu Asyraf
Hadirkan Kerupuk Tiga Rasa, Pengusaha Enrekang Bawa Dangke ke Pasar Internasional
Dangke khas Enrekang

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Tak hanya memanjakan wisatawan dengan beragam destinasi wisata, Sulawesi Selatan juga dikenal dengan potensi wisata kulinernya. Tak heran, jika hal ini pun dijadikan peluang bisnis bagi kalangan pelaku usaha.

Seperti yang dilakukan seorang pengusaha asal Kabupaten Enrekang, Marwah. Wanita ini memilih mengembangkan salah satu kuliner khas bugis, yakni dangke.

"Saya memilih usaha Rumah Dangke karena melihat potensi daerah saya Kabupaten Enrekang yang produksi susu yang diolah menjadi dangke (keju) lumayan besar. Sayangnya, hanya dipasarkan di Enrekang dan produksi olahan dangke di Enrekang masih dalam skala rumah tangga," jelas Marwah, Minggu (8/7/2018).

Menurut dia, hal itu membuatnya termotivasi untuk memperkenalkan makanan khas Sulawesi khususnya Kabupaten Enrekang, agar bisa sampai ke tahap internasional. 

"Kita ketahui keju yang selama ini kita kenal hanya diimpor dari luar negeri. Padahal, Indonesia juga memiliki keju khas yaitu dangke yang memiliki nilai gizi yang tinggi baik bagi kesehatan," terangnya.

Ia menjelaskan, usaha yang ia rintis saat ini memproduksi dangke sapi dan dangke kerbau yang terbuat dari susu kerbau dan sapi segar yang bergizi tinggi. Dangke itu lalu dikemas dalam kemasan yang lebih praktis sehingga mempermudah dalam penjualan dan masa simpan.

"Sedang dalam pengiriman keluar Makassar, kami inovasi pengemasan sehingga membuat kualitas tetap bagus," imbuhnya.

Dangke tersebut juga diolah dalam bentuk camilan, yaknk kerupuk dengan tiga rasa original, kopi, dan cokelat. Marwah mengaku, pihaknya tetap menjaga nilai gizi dari kerupuk sebagai cemilan yang sehat dan mengenyangkan konsumen.

Harga yang ditawarkan pun lumayan terjangkau, dangke kerbau Rp35.000, dangke sapi Rp25.000 dengan berat 200 gram sedang kerupuk dangke dibanderol Rp15.000 berat 80 gram.

Adapun metode pemasaran rumah dangke yaitu dengan sistem online kemudian reseller dan penitipan di toko-toko. Ia berharap Rumah Dangke bisa memberikan yang terbaik bagi konsumen terutama mengenai gizi dimana kita ketahui masyarakat Indonesia masih sangat kekurangan gizi.
 

Tags

Berita Terkait