Kamis, 05 Juli 2018 12:30 WITA

ITE 2018 Banjir Exhibitor Timur Tengah

Penulis: Nurhikmah
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
ITE 2018 Banjir Exhibitor Timur Tengah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Event Islam Tourism Expo (ITE) 2018 yang berlangsung di Claro Hotel, selama dua hari Kamis-Jumat (6-7/7/2010), dibanjiri exhibitor dari berbagai negara.

ITE 2018 ini didominasi exhibitor dari negara-negara Timur Tengah. Adapun  negara yang berpartisipasi, antara lain, Afrika Utara, Central Asia, hingga Asia TImur. Tahun lalu peserta pameran datang dari Negara Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Mesir, Jordania, Turki, Tunisia, Uzbekistan dan Malaysia. 

Ekhibitor internasional yang ikut serta, bergerak di bidang perhotelan, tour operator, transportasi, airlines, catering services hingga provider visa. Bagi mereka, pameran ini merupakan kesempatan untuk bertemu dan menjalin kerjasama dengan para pemilik travel agent Indonesia. 

"Para pemilik travel agent Indonesia juga dimudahkan, karena bisa bertemu dan membandingkan produk dari bebagai  ekhibitor dalam satu kesempatan," kata Azhar Gazali sebagai Representative Leader atau Pameran Islamic Tourism Exp (ITE). 

Azhar menjelaskan selain diikuti ekhibitor internasional, ITE juga diikuti puluhan biro perjalanan wisata dalam negeri, khususnya yang bergerak di bidang umroh, haji dan wisata muslim.

"Bagi mereka, ITE adalah kesempatan untuk mempromosikan produk mereka yang akan dipasarkan pada musim umrah dan musim libur mendatang," jelasnya.

Menurut Azhar, bagi konsumen, pameran ini merupakan kesempatan untuk membandingkan dan mendapatkan berbagai produk umrah dan wisata muslim dengan harga promosi atau harga terbaik. Konsumen juga merasa aman bertransaksi di pameran ini karena seluruh peserta pameran adalah biro perjalanan resmi berijin. 
 
Tahun ini ITE sengaja digeser dari Jakarta ke Makassar, karena melihat tren pasar umroh dan wisata muslim yang kini mulai banyak bergeser ke daerah. Selain itu, beberapa kota besar di Indonesia, mulai dari Medan, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin dan Makassar juga sudah memiliki penerbangan langsung ke Arab Saudi dan berbagai kota tujuan wisata muslim lainnya.

Posisi Makassar yang strategis membuat kota ini tumbuh menjadi kota metropolitan, yang menjadi titik penghubung dan pusat distribusi bagi propinsi dan kota-kota lain di Indonesia Timur. Karena itu, pameran ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan umrah dan wisata Muslim, tidak hanya untuk kota Makassar dan Sulawesi Selatan, tapi juga mendorong pertumbuhan wisata muslim di Indonesia Timur. 

"Kami berharap event ini menjadi Pendorong semakin berkembangnya industry penyelenggaraan Haji & Umrah serta wisata moslem baik inbound maupun outbond, dukungan pemerintah tentu kami butuhkan untuk terus menggerakkan kegiatan dan destinasi Halal Tourism. Jangka Panjangnya kita berharap event ini menjadi agenda rutin yang dinanti-nantikan, dimana para Agent tidak perlu Jauh-jauh kejakarta melihat pameran dan bertemu dengan vendor dari timur tengah, tetapi mereka terus menjadi tuan rumah," katanya.