Sabtu, 23 Juni 2018 16:27 WITA

Indonesia Dapat Kucuran 650 Juta Dollar AS Dari Bank Dunia Guna Tekan Stunting

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Indonesia Dapat Kucuran 650 Juta Dollar AS Dari Bank Dunia Guna Tekan Stunting

RAKYATKU.COM - Bank Dunia menyetujui dua pinjaman untuk Indonesia sejumlah 650 juta dollar AS. Anggaran ini diajukan untuk program perbaikan gizi anak dan sistem irigasi modern. 

Bank Dunia menyambut baik pinjaman yang jadi investasi pemerintah Indonesia untuk dua hal tersebut. Karena dinilai berperan penting bagi infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

"Jika melakukan investasi pada dua hal prioritas ini sekarang, masa depan Indonesia akan lebih menjanjikan," kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rodrigo A Chaves, yang dikutip dari Kompas.com, Sabtu (23/6/2018). 

Menurut Chaves, pinjaman sebesar 400 juta dollar AS difokuskan bagi program Investing in Nutrition and Early Years di mana bertujuan mengurangi stunting atau masalah kurang gizi kronis, dengan meningkatkan akses layanan utama kesehatan dan gizi, serta pendidikan dan sanitasi bagi ibu hamil dan anak di bawah 2 tahun. 

Pinjaman ini juga akan mendukung Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yang bermanfaat bagi 48 juta ibu hamil dan anak usia di bawah tahun untuk 4 tahun ke depan. Program itu juga akan mendapat manfaat tambahan hibah 20 juta dollar AS dari Global Financing Facility. Yaitu berupa kemitraan yang membantu negara dengan masalah kesehatan dan gizi. 

Sementara pinjaman sebesar 250 juta dollar AS akan dipakai untuk proyek Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation dengan total penerima manfaat sekitar 887.000 keluarga petani. 
Pembiayaan ini merupakan bagian Agenda Reformasi Nasional dengan fokus pada desentralisasi, demokratisasi, dan modernisasi dengan prinsip pengelolaan irigasi partisipatif. 

"Proyek ini didanai bersama oleh Asian Infrastructure Investment Bank dengan pinjaman 250 juta dollar AS," tutur Chaves. 

Stunting kini menjadi perhatian serius pemerintah, karena lebih dari 1 dari 3 anak di Indonesia di bawah 5 tahun mengalami hal tersebut. Perhitungan itu setara dengan hampir 9 juta anak, di mana 2 dari 3 anak juga tidak menyelesaikan paket imunisasi serta rendahnya penggunaan suplemen zat besi dan obat cacing. 

Sementara urgensi modernisasi irigasi karena 60 persen penduduk miskin (penghasilan di bawah 1,25 dollar AS per hari) dan sangat bergantung pada sektor pertanian. Perbaikan sistem irigasi juga diharapkan meningkatkan ketahanan pangan Indonesia di masa mendatang.