Sabtu, 23 Juni 2018 09:37 WITA

Pemerintah Pangkas Pajak Penghasilan UMKM Jadi 0,5% 

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Pemerintah Pangkas Pajak Penghasilan UMKM Jadi 0,5% 
Presiden RI, Joko Widodo. Int.

RAKYATKU.COM - Pemerintah resmi menurunkan tarif pajak penghasilan final Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari 1% menjadi 0,5%. 

Peraturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018, tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu, yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 22 Juni 2018.

"PP yang diluncurkan Presiden ini sekaligus sebagai pengganti atas PP Nomor 46 Tahun 2013, di mana aturan baru ini efektif berlaku mulai 1 Juli 2018," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama, yang dikutip dari Kontan, Sabtu (23/6/2018). 

Ketentuan dalam PP 23/2018 ini mengatur pengenaan pajak penghasilan final bagi wajib pajak yang peredaran bruto, atau omzetnya sampai Rp4,8 miliar dalam satu tahun. 

Adapun ketentuan pertama, penerapan tarif pajak penghasilan final sebesar 0,5% dari omzet yang wajib dibayarkan setiap bulan. 

Regulasi tersebut juga mengatur jangka waktu pengenaan tarif pajak penghasilan final di mana wajib pajak orang pribadi selama 7 tahun; wajib pajak badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer atau firma selama 4 tahun; dan wajib pajak badan berbentuk perseroan terbatas selama 3 tahun. 

Adapun tujuan PP 23/2018 adalah untuk mendorong pelaku UMKM semakin berperan aktif dalam kegiatan ekonomi formal dengan kemudahan pembayaran pajak dan tarif yang lebih baik. 

DJP juga berharap melalui beban pajak yang lebih ringan, pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya dan melakukan investasi. (Andri Donnal Putera).