Selasa, 19 Juni 2018 19:35 WITA

BI Sudah Kalkulasi Potensi Penguatan Dollar AS Sepanjang 2018

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
BI Sudah Kalkulasi Potensi Penguatan Dollar AS Sepanjang 2018

RAKYATKU.COM - Keputusan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang menaikkan bunga acuan the Fed bulan ini sekaligus rencana kenaikan bunga the Fed yang lebih agresif, diperkirakan akan berdampak besar pada pergerakan nilai tukar rupiah. 

Di samping itu, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang semakin memanas juga memperburuk keadaan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, bank sentral telah melakukan kalkulasi terhadap kemungkinan penguatan dollar AS terhadap mata uang negara lain hingga akhir tahun 2018, sejalan dengan membaiknya perekonomian AS, ataupun adanya isu trade war, isu geopolitik, dan isu lainnya.

"Termasuk potensi Fed Fund Rate naik tiga hingga empat kali di tahun 2018," kata Dody yang dikutip dari KONTAN, Selasa (19/6/2018).

Dody menambahkan, yang paling penting saat ini adalah menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil. 

"Seandainya melemah, dapat terjadi secara wajar dan tidak overshooting jauh dari nilai fundamentalnya," tambah dia.

Ia menegaskan, BI akan berupaya agar kepercayaan terhadap rupiah tetap terjaga dengan baik dan tetap positif sebagaimana yang terjadi pada beberapa hari terakhir. Khususnya, sejak kenaikan bunga acuan BI (BI 7-day Reverse Repo Rate) yang terakhir.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara juga mengatakan, BI siap mengambil kebijakan yang lebih kuat terakit suku bunga. Tak hanya itu, kebijakan makroprudensial juga masih akan akomodatif karena ekonomi Indonesia tidak overheating sehingga masih memerlukan kebijakan makroprudensial yang longgar.

"Terkait likuiditas, BI juga akomodatif, yaitu tidak ingin membuat suku bunga pasar uang antar bank dan suku bunga swap naik melebihi kenaikan suku bunga kebijakan BI," katanya.