Kamis, 07 Juni 2018 11:20 WITA

Libur Panjang Lebaran, PLN Berpotensi Kehilangan Pendapatan Rp10 Triliun

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Libur Panjang Lebaran, PLN Berpotensi Kehilangan Pendapatan Rp10 Triliun

RAKYATKU.COM - Pendapatan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berpotensi menurun hingga Rp 10 triliun selama libur Lebaran 2018 dan cuti bersama.

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman mengatakan, selama periode libur lebaran tersebut konsumsi listrik mengalami penurunan yang cukup besar. Hal ini karena banyaknya industri yang tidak beroperasi.

"Penjualan PLN pasti turun. Bisa turun rata-rata satu hari mungkin Rp800-Rp900 miliar. Kalau dua minggu (libur), hampir Rp10 triliun, kami bisa ke hit," ujar Syofvi yang dikutip dari Tempo.co.

Ia menambahkan, kebijakan penambahan cuti bersama oleh pemerintah ini memang cukup membuat PLN kelimpungan. 
Untuk itu, perseroan pun melakukan strategi, salah satunya dengan menawarkan diskon kepada industri yang bersedia beroperasi selama libur Lebaran.

Sementara itu, perseroan saat ini tengah menghadapi kondisi yang cukup berat dengan adanya kenaikan harga minyak Indonesia dan pelemahan rupiah, sedangkan tarif listrik ditetapkan tidak naik.

Syofvi mengakui, kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi PLN meningkat. Namun peningkatan biaya tersebut masih berada di bawah kendali perseroan.

"Kalau terus berlanjut, nanti bagian yang harus dimintakan ke negara terpaksa kami mintakan. Sekarang kan 35 persen (subsidi) negara dan 65 persen enggak. Nah, yang 65 persen ini kami lihat (ajukan ke pemerintah atau tidak). Kalau sekarang, belum, masih bisa bertahan," tuturnya.

Kendati kondisi tahun ini cukup berat, PLN masih optimistis target laba tahun ini sebesar Rp15-17 triliun dapat tercapai. "Kami harus lakukan yang terbaik," ujar Syofvi.

Tags