Rabu, 06 Juni 2018 11:04 WITA

Tingkatkan Ekonomi dan Keuangan Syariah, BI Berdayakan Ekonomi Pesantren

Editor: Nur Hidayat Said
Tingkatkan Ekonomi dan Keuangan Syariah, BI Berdayakan Ekonomi Pesantren

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pertumbuhan sektor keuangan syariah di Indonesia cukup tinggi. Saat ini posisi Indonesia merupakan pasar besar bagi produk halal di sektor industri syariah, seperti industri makanan halal, industri wisata halal, serta industri obat, dan kosmetik halal.

Direktur Eksekutif BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, mengatakan besarnya industri halal tersebut memperlihatkan besarnya potensi ekonomi syariah domestik.

"Jika potensi ini didukung dengan kebijakan ekonomi dan keuangan syariah nasional, maka dapat mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia," ujarnya dalam diskusi pemberdayaan ekonomi pesantren di Grand Clarion Hotel & Convention Center, Makassar, 
Selasa (5/6/2018).

Ia mengungkapkan, berdasarkan desain yang dirancang Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) BI, program pengembangan ekonomi pesantren akan dikembangkan hingga ke tahap pembentukan holding pesantren.

Tingkatkan Ekonomi dan Keuangan Syariah, BI Berdayakan Ekonomi Pesantren

"Secara nasional, BI telah membangun kerja sama dengan 63 pesantren yang tersebar mulai Aceh hingga Papua. Khusus di Sulawesi Selatan, ada sekitar 20 pesantren," imbuhnya.

Namun menurut Bambang Kusmiarso, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum membentuk sebuah holding. "Di sini, pesantren harus memperkuat kualitas manajemen bisnisnya, menyusun laporan keuangan yang tentunya sesuai dengan standar laporan keuangan pesantren, serta adanya pengembangan unit bisnis untuk meningkatkan gairah berwirausaha para santri," jelasnya.

Ia mengharapkan, ke depan makin banyak pihak yang turut berkontribusi dalam program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren tersebut. "Karena semakin banyak pihak yang bersinergi dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi pesantren, maka dapat mendukung percepatan peningkatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," pungkasnya.