Selasa, 05 Juni 2018 18:58 WITA

Yuk, Ajari Anak Kelola Uang Angpao Lebaran Dengan Bijak

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Yuk, Ajari Anak Kelola Uang Angpao Lebaran Dengan Bijak

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Lebaran atau Idul Fitri sudah tidak lama lagi. Biasanya angpao mulai bertebaran saat keluarga berkumpul. Agar tidak sia-sia, sebaiknya mulai mengajarkan anak Anda untuk mengelola uang angpao nya dengan bijak. 

Angpao Lebaran yang didapatkan anak milik mereka sepenuhnya. Tugas orang tua hanya mengajarkan cara mengelola angpao yang mereka dapatkan untuk apa saja. 

Anda bisa membanginya dalam tiga pos pemanfaatan atau penggunaan uang lebaran, yaitu Sosial, Saving dan Shopping.

1. Sosial
Begitu angpao terkumpul segera ambil untuk pos sosial, atau berbagi atau zakat, infak dan sedekah. Berapa besarannya? Untuk zakat sudah ditentukan besarannya yaitu 2,5%.

Total misal minimal 5% atau 10%, 2,5% untuk zakat dan selebihnya untuk membantu teman sekolah yang belum cukup kebutuhan sekolahnya, atau donasi ke panti asuhan, atau bersama-sama teman yang lain dibelikan barang kemudian pergi bersama-sama ke panti sosial.

2. Saving
Mendidik anak untuk meraih keinginan dengan terencana, karena tidak semua hal bisa dipenuhi, dibeli saat ia menginginkannya. Misalkan si anak memiliki keinginan wisata atau membeli sepeda padahal tidak bisa dibeli atau pergi wisata saat itu juga, sehingga harus "saving" atau menabung untuk membelinya.

Besaran pos saving 50%, bisa diajarkan menabung, membeli logam mulia, atau membuka deposito, mengumpulkan Rp1 juta pertama, Rp5 juta pertama, Rp10 juta pertama dan seterusnya. Selanjutnya jika sudah terkumpul, bisa dimanfaatkan untuk membeli atau memenuhi keinginan anak, misal membeli notebook, berwisata dengan biaya sendiri, dll. 

Atau boleh juga diajarkan anak untuk berinvestasi di reksadana atau saham. Ingat pepatah Warrent Buffet yang mengatakan bahwa dia terlambat berinvestasi, padahal usianya saat itu baru 11 tahun saat memulai investasi di saham.

3. Shopping
Sisanya 40% boleh digunakan untuk belanja apa yang dibutuhkan, atau diinginkan anak saat itu. Terkadang tidak mudah memberi pengertian kepada anak-anak antara dia belum butuh dan sekedar keinginan. Perlu ketegasan dan kekompakan bapak dan ibunya.

Ketiga prinsip di atas dapat juga diterapkan untuk mengatur keuangan anak-anak sehari-hari, baik uang saku sekolah ataupun uang hasil bisnis anak-anak.