Rabu, 22 Juni 2016 12:10 WITA

Dampak Kebijakan Baru, Bukit Baruga Optimis Penjualannya Bisa Meningkat Signifikan

Editor: Almaliki
Dampak Kebijakan Baru, Bukit Baruga Optimis Penjualannya Bisa Meningkat Signifikan
ilustrasi rumah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT Baruga Asrinusa Development (BAD) yang merupakan pengembang kompleks perumahan Bukit Baruga optimis penjualan rumah komersil bisa naik tiga kali lipat di semester kedua 2016. 

Hal ini disebabkan oleh aturan baru yang dikeluarkan Bank Indonesia terkait Loan To Value (LTV) dan kebijakan inden.

Pekan lalu, BI baru saja mengumumkan tentang pelonggaran Loan To Value (LTV) atau harga yang harus ditanggung bank menjadi 85-90 dari sebelumnya 70-80 persen. Artinya, calon pembeli rumah dalam bentuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) hanya perlu membayar Down Payment (DP) 10-15 persen dari sebelumnya 20-30 persen. Selain itu Bank Indonesia juga telah mengisyaratkan pencabutan larangan inden untuk rumah kedua. 

Dua aturan ini menjadi angin segar bagi pelaku industri perumah di Makassar. Pasalnya, sejak di berlakukan LTV 70-80 persen dan larangan inden pada awal 2015, penjualan perumah di Sulsel dilaporkan menurun, terutama di sektor rumah komersil.

"Selama di berlakukan LTV 70-80 persen dan larangan inden. Penjualan kita rata-rata hanya 10 unit per bulan. Termasuk di semester pertama 2016 ini," kata Manager Promotion PT BAD Andi Tenri Pawelli kepada Rakyatku.com, Rabu (22/6/2016).

Namun, Tenri melanjutkan, sejak isu kelonggaran LTV dan kebijakan inden berembus beberapa pekan lalu, tanggapan masyarakat cukup baik dengan banyaknya sambutan yang baik dengan serta tanya perihal informasi tersebut. Olehnya, pihak BAD optimis dapat meningkatkan penjualannya hingga 30 unit perbulan di semester kedua 2016.