Senin, 14 Mei 2018 10:51 WITA

40.000 Wajib Pajak Badan Terlambat Lapor SPT

Editor: Andi Chaerul Fadli
40.000 Wajib Pajak Badan Terlambat Lapor SPT

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kanwil DJP Sulselbartra menyatakan, ada sekitar 40.011 Wajib Pajak (WP) Badan yang terlambat menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak tahun 2017.

Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas Kanwil DJP Sulselbartra, Agie Sugiha yang dihubungi belum lama ini menuturkan, hingga 30 April baru 28.688 WP dari 68.699 WP Badan yang melaporkan SPT-nya.

Semua WP tersebut dikenakan denda sesuai peraturan yang berlaku. DJP sebelumnya menetapkan, batas akhir masa pelaporan SPT pajak tahun 2017 bagi WP Badan adalah 30 April 2018.

"Setelah lewat dari tanggal yang ditetapkan itu, WP tetap harus melapor namun dikenakan denda sebesar Rp 1 ribu sebagai sanksi atas keterlambatan penyampaian SPT," ujarnya.

Bila dibandingkan dengan SPT Tahunan 2016 per 30 April di angka 26.590 SPT. "Naik sekitar 2.098 SPT," katanya.

Dari tiga jenis kanal penyampaian SPT tahunan, kanal secara manual turun 2,63 persen dari 10.171 pelaporan 2016 menjadi 9.903, begitu juga kanal e-SPT turun 22,54 persen dari 13.103 menjadi 10.150, sedangkan kanal e-filing naik 160,40% dari 3.316 menjadi 8.635 SPT.

Berdasarkan catatan DJP, terdapat 544.727 laporan SPT WP Orang Pribadi dan badan yang masuk hingga 30 April.

Jumlah laporan SPT pajak 2017 ini menurun 0,11 persen dibanding jumlah laporan SPT pajak 2016 sebesar 534.316 laporan.

"Total WP yang wajib melaporkan SPT pajak tahunan mereka sekitar 738.444 juta WP. Secara presentase rasio kepatuhan baru 72,28%," ujarnya. 

Tags