Jumat, 11 Mei 2018 11:08 WITA

Rupiah Melemah, BI Terus Tempuh Upaya Stabilisasi

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Rupiah Melemah, BI Terus Tempuh Upaya Stabilisasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel Dwityapoetra Soeyasa Besar, menjelaskan, pelemahan rupiah yang terjadi merupakan dampak dari menguatnya dolar AS secara berskala luas terhadap seluruh mata uang.

"Sehingga fundamental Indonesia sebetulnya masih baik. Beda dengan Argentina atau Turkey," katanya.

Secara umum, menguatnya dolar AS secara berskala luas (broadbased) berimbas terhadap seluruh mata uang, sehubungan dengan semakin solidnya ekonomi AS di tengah lambatnya pemulihan ekonomi di berbagai kawasan. 

Nilai tukar Rupiah secara year to date (ytd) per 8 Mei 2018 melemah 3,44%, sedangkan Peso Filipina melemah 3,72%, Rupee India 4,76%, Real Brasil 6,83%, Rubel Rusia 8,93%, dan Lira Turki 11,51%.

Untuk menjaga Perekonomian Indonesia, BI akan terus menempuh langkah-langkah stabilisasi yang diperlukan.

Termasuk intervensi di pasar valas secara terukur, di pasar SBN (Surat Berharga Negara), dan membuka lelang Forex Swap untuk menjaga ketersediaan likuditas Rupiah dan menstabilkan suku bunga di pasar uang.

"Kalau perlu bisa saja akan diambil kebijakan moneter yang tegas. Yang penting sekarang adalah menjaga keyakinan pasar dan masyarakat," katanya.

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (11/5/2018) dibuka menguat di level Rp 13.975 per dolar AS. Setelah sebelumnya terus melemah.